Tulisan Ayah

Tulisan seorang ayah tentang pengalamannya bersama anak-anak dan kehidupan keluarga

Lorem Ipsum

Jumlah Pengunjung

Featured Post 7

Featured Post 8

?max-results=10">Inspirasi'); document.write(" ?max-results="+numposts+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts\"><\/script>");
?max-results=10">Harokah'); document.write(" ?max-results="+numposts+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts\"><\/script>");
widgets?max-results=10">Oase'); document.write(" widgets?max-results="+numposts+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts\"><\/script>");

About

Join 4Shared Now!
Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog Archive

Tanggapi Hasto, Samad Bereaksi: PDIP Sakit Hati Orang Kepercayaan Mega, BG Jadi Tersangka

FASTNEWS, Jakarta (23/1) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad akhirnya menanggapi pernyataan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Apa jawaban Samad? "PDIP sakit hati karena orang kepercayaan Megawati yaitu BG dijadikan tersangka rekening gendut. Maaf saya tidak pernah berpolitik apa yang di kicaukan oleh saudara Hasto Kristyanto adalah Fitnah!!" dalam akun Fanpage-nya DR. Abraham Samad SH. MH di abrahamsamad.kpk beberapa saat lalu.
Tak pelak, posting ini mendapat tanggapan dalam sejam langsung mencapai rata 110 komentar, setengah hari sudah 550 lebih. Rata-rata memberi dukungan kepada Samad untuk terus memberantas koripsi, meski di lingkar penguasa sekalipun.
Sebelumnya, Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengumpulkan wartawan di Rumah Cemara dan membawanya ke Apartemen Capital Residence di bilangan SCBD hanya untuk membeberkan bahwa Samad bermanuver untuk menjadi Cawapresnya Jokowi. Setidaknya, pernyataan Hasti itu bisa disimpulkan, ada benang merah ketika KPK menjadikan Budi Gunawan tersangka, gara-gara Samad tak jadi Cawapres Jokowi saat Pilpres lalu akibat dijegal Budi Gunawan. "Karena saya telah lakukan penyadapan. Saya tahu yang sebabkan kegagalan saya ini jadi cawapres adalah Budi Gunawan. Terima kasih ya," beber Hasto menirukan Abraham Samad saat itu dalam keterangan persnya di Rumah Cemara.
Jadi, Samad gagal jadi Cawapres gara-gara ulah Komjen Pol Budi Gunawan yang disebut Samad sebagai orang kepercayaan Megawati itu. Sedangkan Budi Gunawan, pernah diberitakan tertangkap kamera bersama petinggi PDIP Trimedya Panjaitan yang ngakunya "kebetulan kepergok" dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Hafiz Gumay di restoran Sate Senayan Menteng. Peristiwa ini menjelang, debat capres, sehingga dikaitkan dengan bocornya pertanyaan yang akan disampaikan dalam debat antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.
Dalam keterangan persnya itu pula, Hasto mengatakan, pihaknya yaitu elite PDIP dan Nasdem melakukan lebih dari lima kali pertemuan dengan Samad yang disebutnya menawarkan diri menjadi calon wakil presiden (cawapres) bagi capres Joko Widodo atau Jokowi. Pertemuan puncak tersebut terjadi pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran capres dan cawapres 2014. Sebelum tanggal 19 Mei, kata Hasto, Jokowi berserta partai pendukung sepakat menetapkan wapres Jokowi adalah Jusuf Kalla (JK), bukan Abraham Samad. "Jam 12 malam tanggal 19 Mei itu saya ditugaskan Jokowi bertemu Abraham Samad. Sampaikan bahwa Jokowi sudah putuskan JK sebagai wapresnya, tanpa tekanan dari siapapun," terang Hasto. (FN-04)
Sumber : fastnews.com

Orangtua Mulia, Membagi Ginjal untuk Anak-anaknya

Besarnya kasih sayang orang tua terhadap anaknya, membuat mereka mengorbankan diri mereka demi anak-anaknya , hal  ini dibuktikan oleh pasangan suami isteri  di China yang rela membagi ginjalnya untuk anaknya, berikut laporannya dari Dream.co.id -Pasangan suami istri di China ini membuktikan pepatah “orangtua akan melakukan apapun demi anaknya” dibuktikan oleh
pasangan suami istri di China. Mereka masing-masing mendonorkan salah satu ginjalnya untuk kedua anak kandungnya.
Dikutip Dream dari Shanghaiist, Jumat 16 Januari 2015, sang ibu telah berhasil mendonorkan satu ginjalnya kepada sang putra, Li Kai, yang berusia 17 tahun.
Sementara, sang ayah masih menunggu proses operasi untuk mendonorkan ginjalnya kepada sang putri, Li Min. Operasi itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Polisi Militer di Beijing.
Kai didiagnosis mengalami uremia, komplikasi penyakit ginjal kronis yang menyebabkan penumpukan urea di dalam tubuh. Penyakit itu diderita sejak tahun 2009.
Sementara, Li Min didiagnosis penyakit yang sama tiga tahun kemudian. Keluarga dari Chengde, Provinsi Hebei, ini terlilit utang untuk membayar biaya medis mereka.
Tahun lalu, setelah kisah mereka diangkat oleh media, Lembaga Palang Merah China membantu mengumpulkan sumbangan masyarakat untuk membiayai operasi keluarga ini.

Eco Green Park Batu , tempat liburan dengan banyak pengetahuan

Liburan menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak kami, sebab liburan memberikan waktu yang banyak bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang diinginkan, Rutinitas sekolah selama ini telah mengurangi waktu bermain mereka, demikian juga dengan anak-anak kami. Secara sengaja sebelum waktu liburan saya meminta anak-anak untuk mencari tempat liburan yang murah meriah dan brmanfaat bagi mereka dan kami sebagai orang tuanya.
Tibalah saatnya liburan kami segera menyiapkan segala hal yang dibutuhkan saat liburan,dan alhamdulillah tempat yang dipilih mereka adalah Eco Green Park Batu, tempat ini memang sesuai dengan kreteria yang saya ajukan kepada mereka. Eco green park Batu adalah tempat belajar ekosistem alam,budaya ,pengolahan hasil tani dan ternak, dan tentu saja berbagai macam spesies hewan termasuk burung yang menjadi kesukaan saya.

Pulang Umrah, Laudya Cynthia Bella Mantap Berjilbab

dakwatuna.com – Jakarta.  Bagi seorang artis sekelas Laudya Cynthia Bella, keputusan untuk berjilbab merupakan sebuah hal yang luar biasa,  layaknya seperti bermimpi.
“Sampai sekarang aku nggak nyangka. Hari pertama keluar rumah kayak mimpi pakai hijab,” kata Bella di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2015) malam.
Keputusan Bella untuk berjilbab diambil setelah pulang dari ibadah umrah untuk kali keempat, padahal Bella pernah bernazar baru akan berjilbab ketika telah berkeluarga dan punya anak.
“Nggak tahu kenapa pas pulang umroh kemarin pengen pakai, aku dulu punya nazar kalau aku punya anak dan keluarga aku pengen berhijab,” akunya.
Bella sadar betul dengan konsekuensi dari keputusannya mengenakan hijab. Salah satunya adalah tidak bisa bebas lagi menerima tawaran job. Bahkan ia berani konsekuen menolak tawaran jika harus melepas hijab.
“Godaannya ke kerjaan kayak ada beberapa tawaran yang nggak pakai hijab. Mungkin bukan ke fee-nya. Sekarang aku lagi kayak gini, kalau nggak mau ya udah,” ungkap Bella
Bella merasa tak perlu cemas akan berkurangnya job, ia meyakini bahwa rezekinya sudah Allah tetapkan.
“Dulu aku juga nggak begitu takut untuk masalah kerjaan ya. Aku percaya mau aku nggak pakai hijab atau pake hijab insya Allah kalau rezeki udah ditetapin ya bakal buat aku,” paparnya.
Belakangan ini beberapa Film yang dibintangi  Bella memang bertema religi. Ada ‘Haji Backpacker’ dan ‘Assalamualaikum Beijing’. Bahkan dalam Film ‘’Assalamualaikum Beijing’ yang saat ini masih beredar Bella benar-benar memakai jilbab secara penuh dalam memerankan Sekar/WNI di Tiongkok. (detik/sbb/dakwatuna)




Komnas HAM: Jika Konsisten Berantas Korupsi, Jokowi Batalkan Budi Gunawan

Hebohnya pencalonan Budi Gunawan sebagai KAPOLRI telah memancing berbagai spekulasi dan tanggapan dari barbagai pihak, salah satunya adalah Komnas HAM, seperti yang dilaporkan REPUBLIKA.CO.ID, berikut ini  : JAKARTA—Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan Komjen Budi Gunawan untuk dilantik sebagai Kapolri.

“Jika konsisten dengan komitmennya dalam menegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, seharusnya Presiden Jokowi membatalkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri,” jelas Wakil Ketua Komnas HAM Siane Indriani, Sabtu (17/1). 

Meskipun bersifat ad hoc, Siane melihat, selama ini KPK terbukti dianggap sebagai lembaga yang paling kredibel di mata masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Dengan mandat dan kewenangannya yang begitu besar, imbuhnya, KPK tidak akan gegabah menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa bukti yang sangat kuat.

Meskipun menghargai azas praduga tidak bersalah, ketika ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, sudah cukup kuat menjadi dasar bahwa calon Kapolri  diragukan memimpin institusi penegak hukum.

“Presiden seharusnya memilih Kapolri yang bersih dari segala bentuk indikasi pelanggaran hukum, khususnya korupsi dan pelanggaran HAM,” jelas Siane.
Data Komnas HAM selama tujuh tahun berturut-turut, institusi Polri menduduki peringkat pertama yang diadukan sebagai aktor pelanggar HAM.  Tahun 2014, dari 6.527 berkas pengaduan yang masuk lebih dari 33 persen atau 2.200 berkas kasus berkaitan dengan polisi.

Kasus pelanggaran HAM rata-rata dialami oleh rakyat kecil yang lemah dan miskin. Mereka mengadukan tindakan pelanggaran HAM aparat kepolisian, baik penyiksaan untuk mendapatkan pengakuan dalam proses penyidikan, diskriminatif dalam penyelesaian kasus, melakukan kriminalisasi dan kekerasan karena membela korporasi.

“Maka, kalau Kapolri diragukan integritasnya karena tindak korupsi, penegakan hukum dan HAM akan hanya menjadi isapan jempol belaka,” cetus Siane.